SOE dan Sukarelawan

Special Operations Executive (SOE) atau Eksekutif Operasi Khusus adalah organisasi Inggris di Perang Dunia II. Secara resmi di bentuk pada tanggal 22 Juli 1940 di bawah Menteri Peperangan Ekonomi, Hugh Dalton, dari penggabungan tiga organisasi rahasia yang ada. Tujuannya adalah untuk melakukan spionase, sabotase dan pengintaian di Eropa yang di duduki (dan kemudian, juga menduduki Asia Tenggara) melawan kekuatan Poros, dan untuk membantu gerakan perlawanan lokal.

SOE = Special Operations Executive, di buat pada tahun 1940, di lengkapi dengan banyak keterampilan. Tugas utama mereka adalah menyelidiki dengan cara spionase, yang bertujuan untuk menggagalkan rencana / niat musuh melalui strategi, seperti sabotase, propaganda dan cara tidak teratur lainnya, untuk melemahkan musuh.

UN Swissindo SOE = Eksekutif Operasi Khusus

WKE-UNS (UN SWISSINDO) “ EMPEROR MISSION”

Para Petugas SOE World Kingdom Empire – Swissindo World Trust International Orbit (WKE-UNS) yang dikenal dengan UN Swissindo yang bersukarelawan di seluruh dunia memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu Royal K.681 M1 menyelesaikan misiNya, yang berarti, berhasil menggagalkan tujuan musuh yang menuju dan mengakibatkan Perang Dunia III, dengan tawaran damai, solusi TUNGGAL, Program Perintah Pembayaran 1-11 (P1- 11). Tujuannya adalah untuk membebaskan dan membawa kemakmuran, keadilan sosial yang setara dan kedaulatan kepada seluruh umat di dunia.

Pada 2013, organisasi UN Swissindo Internasional terbentuk melalui para Petugas SOE UN Swissindo di 5 Benua Linggacala yakni Asia, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. Ini di mulai dengan 20 anggota SOE dari masing-masing benua dan sejak itu berkembang menjadi lebih dari 20 juta SOE di seluruh dunia dan terus berkembang setiap hari.

Misi UN Swissindo berkembang dengan cepat ketika Sertifikat Pembebasan Beban Utang (SPBU) diperkenalkan di Indonesia pada tanggal 4 Februari 2016. UN Swissindo telah mengambil tanggung jawab utang seluruh individu dan korporasi termasuk negara, sebagai bagian dari Program P1-11. Gerakan SPBU People Power dimulai di Indonesia, ketika mengalami keadaan darurat ekonomi yang juga dialami dibagian dunia lainnya. Telah terjadi banyaknya penagih-penagih utang yang merongrong penduduk yang terperangkap dalam utang mereka.

Bank-bank yang juga memperoleh utang, turut belajar tentang UN Swissindo dan SPBU dengan cepat karena ratusan dan kemudian ribuan mulai mengajukan SPBU mereka ke bank. Termasuk Manajer dan staf bank turut mendukung program itu; karena mereka juga akan mendapatkan manfaatnya sebagai manusia yang masing-masing memperoleh hutang pribadi.

Dengan segera banyak bank dan penyedia Keuangan / Kredit berhenti meminta pembayaran dari nasabah dan siap untuk menunggu keputusan dari Bank Indonesia, bank sentral mereka, untuk menerima program UN Swissindo. UN Swissindo tumbuh pesat di 3 wilayah, yang terdiri dari 34 provinsi, lebih dari 500 Kota dan Distrik, lebih dari 7 ribu Kecamatan dan lebih dari 90 ribu desa. Sejak itu, gerakan SPBU telah menyebar diluar Indonesia, gerakan yang sama ini sekarang terjadi di negara-negara dan benua-benua lain, termasuk Laos, Amerika, Afrika, India dan Filipina.

Gerakan yang terkait dan bahkan lebih besar tumbuh secara eksponensial terjadi di seluruh dunia dengan M1 Master Bond Voucher (Voucher M1), yang diluncurkan pada tanggal 13 Mei 2017. Voucher M1 adalah bagian dari Human Obligation Jaminan Biaya Hidup setiap bulan untuk sepanjang hayat bagi 7,6 milyar umat yang sangat disambut di seluruh dunia. Saat ini banyak anggota SOE UN Swissindo / Sukarelawan di seluruh dunia yang sedang berbagi dan mensosialisasikan SPBU dan terutama M1 Voucher, bagian dari Program P1-11, termasuk di Indonesia, India, Nigeria, Columbia, Ekuador, Jerman, Swiss, Yunani, Spanyol, Rusia, Hong Kong, Singapura, Filipina, Turki, Brasil, Haiti, Afrika Selatan, Venezuela, Meksiko, Serbia, Austria, Vietnam, Australia, Kanada, Inggris, Amerika, Slovenia…

Para pemimpin negara, lembaga internasional, pemerintah lokal, pemerintah dan organisasi massa terus di berikan informasi mengenai UN Swissindo dan program-programnya. Banyak yang telah bergabung dan mendukung UN Swissindo, khususnya Indonesia dari desa, kecamatan, kabupaten hingga tingkat Provinsi.

Sukarelawan UN Swissindo sebagai Petugas SOE, di bawah kepemimpinan Kholipatul Immam Mahdi Ratu Adil, Raja segala Raja, H.M. MR.A1.Sino.AS. S ”2”.IR.Soegihartonotonegoro HWST.M1 (Royal K.681 M1), sebagai Presiden Besar dan Ketua PBB, juga termasuk sebagai diplomat, yang memiliki kekebalan untuk melaksanakan tugas mereka tanpa batasan hukum di negara yang ditugaskan kepada mereka, sama dengan hak istimewa seorang Duta Besar.

UN SWISSINDO MEMILIKI IMUNITAS GLOBAL, SESUAI DENGAN UN CONVENTION ARTIKEL 2 BAGIAN 2-8. LENCANA SWISSINDO BERADA DIBAWAH MILIK UN SWISSINDO, KARENA ITU SIAPA PUN YANG MEMBAWA LENCANA YANG DIAKUI OLEH UN SWISSINDO, MEMILIKI HAK-HAK KHUSUS INI.

Petugas SOE UN Swissindo dari seluruh dunia pada tahun 2018

Sejak awal 2008, banyak yang telah menerima panggilan untuk membantu Misi UN Swissindo. Mereka datang dari setiap sudut Bumi, Utara, Timur, Selatan dan Barat, dengan kantor pusat di Cirebon, Indonesia, P1.PKC-NKRI, INA: 117.113.112.ITJ-CIJ dan kantor internasional di Vientiane, Lao P.D.R. Ini adalah awal dari penyatuan antara 5 benua Linggacala dan perkembangan dahsyat Program P1-11 yang dimulai dengan SPBU dan Voucher M1.

Posted on

Leave a Reply

Your email address will not be published.